Bengkalis™

"Tuah Sakti Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi"

Kantor Bupati Bengkalis

Kantor Bupati Bengkalis Jl. Jend. Ahmad ...

Lembaga Adat Melayu Riau

Kantor Lembaga Adat Melayu ...

Wisma Sri Mahkota

Rumah dinas Bupati ...

Masjid Istiqomah

Masjid raya ...

Rumah Dinas Wakil Bupati

Rumah dinas wakil Bupati ...

Pelabuhan Tradisional

Pelabuhan Tradisional yang ada di ...

News Image

Kantor Bupati Bengkalis

Kantor Bupati Bengkalis Jl. Jend. Ahmad Yani...

News Image

Lembaga Adat Melayu Riau

Kantor Lembaga Adat Melayu Bengkalis...

News Image

Wisma Sri Mahkota

Rumah dinas Bupati Bengkalis...

News Image

Masjid Istiqomah

Masjid raya Istiqomah...

News Image

Rumah Dinas Wakil Bupati

Rumah dinas wakil Bupati Bengkalis...

News Image

Pelabuhan Tradisional

Pelabuhan Tradisional yang ada di Bengkalis...

BENGKALIS NEGERI JUNJUNGAN

E-mail Print PDF

Bengkalis di provinsi Riau adalah kabupaten yang sesungguhnya kurang dikenal dan berkesan terpencil. Banyak orang ditingkat nasional yang merasa asing mendengar nama kabupaten bengkalis ini. Namun perannya teramat besar dan sangat penting sebagai penyumbang pendapatan negara. Bengkalis sesungguhnya adalah tulang punggung negara, penghidup roda perekonomian dan penghasilan dari sumber daya alam Bengkalis yang kaya raya. Sebahagian besar pendapatan negara dari sektor minyak dan gas bumi dihasilkan dari kabupaten yang berpenduduk kurang dari satu juta ini.

Hasil tambang minyak raksasanya di sekitar kecamatan Mandau dan durii mampu menghidupi rakyat bukan hanya di Bengkalis, di Provinsi Riau tapi juga seluruh Indonesia. Belum terhitung lagi hasil-hasil sumber daya alam lain, seperti hutan, perkebunan, dan perikanan ataupun kelautan yang menghidupi negeri ini. Hasil dari ladang-ladang minyak dan gas di sekitar Duri, teramat mencengangkan, ini benar-benar berkah dan rahmat Allah SWT. Tidak heran Bengkalis selain di juluki “Negeri Junjungan” juga dijuluki “Negeri yang Menghidupi Negeri”.

Peran Bengkalis memberikan kesejahteraan bagi rakyat dan bagi negara dengan kekayaan alamnya juga tak terputus hingga memasuki era otonomi daerah. Justru di era otonomi daerah, Bengkalis memekarkan wilayahnya menjadi kabupaten-kabupaten dan kota baru yang kini tumbuh dan berkembang tidak kalah majunya dengan Bengkalis sebagai kabupaten induk. Lihatilah bagaimana majunya kabupaten Siak, Rokan Hilir, dan kota Dumai. Siak yang semula kecamatan kini telah menjadi kabupaten yang tidak kalah kayanya dengan kabupaten induk, begitu pula kabupaten Rokan Hilir dan kota Dumai yang sedang tumbuh menjadi kota besar dan pelabuhan kelas dunia di tepi Selat Malaka.

Kabupaten Bengkalis selain kaya sumber daya alam, juga memiliki kondisi alam yang spesifik, Bengkalis menjadi sangat khas dengan tiga tipologi wilayah yang terdiri dari pulau-pulau dengan kelautannya, pesisir pantai timur dan daratan Sumatera. Keadaan yang spesifik ini berimplikasi kepada posisi sebaran wilayah dan penduduk yang terpencar-pencar. Ada penduduk yang hidup di pesisir pantai, pada pulau-pulau dan dalam beberapa komunitas tinggal pada desa-desa daratan. Bengkalis dikenal sebagai daerah dengan kondisi sosial budaya dan tatanan ekonomi yang cenderung terpolarisasi. Ada wilayah yang pertumbuhannya sangat cepat dan sebagian lagi dikenal sangat lambat gerak pertumbuhannya.

Pada sisi lain, kabupaten Bengkalis terkenal pada geografis yang unik dan sangat potensial untuk dikembangkan. Bengkalis berada persis pada tepi selat alur pelayaran dunia yang sangat ramai dan sibuk sejak ratusan tahun yang lalu. Bengkalis berada di tepi selat Malaka dan berdekatan dengan negara-negara serumpun lainnya seperti Malaysia dan Singapura. Bengkalis berada dekat dengan pasar dunia dan Asia yang sangat dahsyat. Sesungguhnya Bengkalis pada posisi geografis dan geoekonomi yang strategis, pada sentra dan jembatan untuk menguak pasar daratan Indocina, Asia Timur sampai ke Cina yang dihuni lebih dari satu milyar penduduk. Apabila strategi geoekonomi ini dimanfaatkan secara maksimal dan cermat, maka langkah ini dapat membawa Kabupaten Bengkalis mencapai kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Namun Bengkalis masih harus membenahi bagaimana mengatasi laju pertumbuhan ekonomi yang lamban. Kontribusi pertanian rakyat yang semakin menurun sehingga menimbulkan kebingungan bagi rakyat di desa-desa. Sektor pertanian tidak lagi memberikan manfaat bagi rakyat sementara lahan-lahan pertanian semakin menyempit. Selain itu Kabupaten Bengkalis yang sejatinya sangat kaya dan bahkan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi negara terutama hasil minyak bumi yang mencapai Rp. 52 triliun setiap tahun justru menurunkan kualitas sumber daya manusianya.

Selama lebih tiga puluh tahun membangun, Bengkalis yang kaya minyak bumi ini hanya memberikan penderitaan kepada suku tempatan dan suku-suku terasing di Bengkalis seperti suku Sakai, suku Akit yang mendiami sentral-sentral ladang minyak. Suku-suku yang sesungguhnya merupakan penghuni awal ladang-ladang minyak itu tidak menerima setetaspun hasil minyak bagi kesejahteraan mereka, namun yang pasti keadaan yang tidak enak ini bukanlah harus diratapi tetapi harus diatasi untuk kemajuan masyarakat Bengkalis. Harus ada upaya konkrit yang dikemas melalui rencana pembangunan yang terarah, solid dan bersifat holistik. Tentunya dibantu dengan dukungan penuh antara birokrat dan para politis di legislatif. Mereka para birokrat dan politis di legislatif harus mampu membaca, menelaah dan memanfaatkan peluang ekonomi global ini bagi kehidupan masyarakat serta memanfaatkan posisi geografis dan geoekonomi.

Tanpa memanfaatkan posisi strategis tersebut maka sampai kapanpun Kabupaten Bengkalis akan tertinggal. Bengkalis akan menjadi menjadi pusat perdagangan Asia bila di dukung oleh industri yang kuat, birokasi yang mantap dan sumber daya manusia yang mumpuni guna mewujudkan masyarakat Bengkalis yang sejahtera dan makmur. Referensi : Hikmat Ishak, Drs. H. Syamsurizal, MM (Bengkalis-Riau in Strategic Asia) Sebuah Minibiografi & Gagasan untuk Indonesia.

Anda di : Sekilas Bengkalis Histori BENGKALIS NEGERI JUNJUNGAN