Bengkalis sebuah pulau yang terkenal bukan cuma lempuk durian atau BENGKALIS NEGERI JUNJUNGAN saja, namun menurut sejarah bengkalis terkenal dengan terubuk, namun saat ini mencuat pertanyaan : Bengkalis, dimanakah ikan terubukmu yang terkenal itu? Mengapa hilang begitu saja?. Masih segar dalam ingatan kurang lebih setahun yang lalu ketika saya baru menginjakkan kaki di pulau Bengalis, saya sempat bertanya kepada kawan yang notabene asli Bengkalis, “dimana telur ikan terubuk bisa dicari? Dirumah makan mana kita bisa menyantap masakan terubuk, mari kita kesana”?. Kawan saya hanya tersenyum, lalu berujar “itu kisah zaman dulu, lebih baik cari terubuk yang lain saja! Mencari makanan laut yang khas Bengkalis”.
Dia melanjutkan ceritanya, ketika dia masih kecil masih sering mencicipi ikan terubuk salai (panggang) atau telur terubuk yang sudah diasinkan, rasanya sedap sekali. “Dulu Bengkalis ini terkenal dengan ikan dan telur terubuknya. Hasilnya cukup banyak juga, bukan saja untuk dikonsumsi orang-orang disekitar sini, tetapi banyak juga yang diekspor ke Singapura atau semenajung Malaysia”. Namun sejak beberapa tahun terakhir ini, dari atuk-nenek sampai anak-cucu-cicit ikan ini “pergi” tanpa pesan. Entah raib kemana, kalau adapun yang muncul, paling-paling satu atau dua ekor. Biasanya mereka ramai bergerombolan di Tanjung Jati Bengkalis. Sekarang tanjung itu tinggal tanjungnya saja.
Menurut orang tetua di Bengkalis, ikan terubuk menghilang karena mereka merajuk. Masyarakat yang tinggal di sekitar perairan Bengkalis tidak mau lagi memelihara adat leluhur mereka. Berbuat tak senonoh seenaknya. Tak pernah mau menyemah kampung. Konon menurut dongeng pada zaman dahulu, bila ikan terubuk kurang, masyarakat Tanjung Jati lalu melakukan penyemahan terubuk dengan mengurbankan seorang gadis kedalam laut. Dengan harapan ikan terubuk yang menjadi kebanggaan makanan raja Melayu ini bertambah banyak. (Kemudian penyemahan ini dilakukan dengan upacara anak dara dimandikan saja dengan air laut Tanjung Jati).
Akan tetapi menurut orang-orang yang sudah maju seperti sekarang ini, ikan terubuk menghilang dari perairan Bengkalis bukan karena merajuk, tetapi akibat pencemaran air di sekitar Bengkalis yang sudah pada tingkat sangat merusak. Sehingga tak usahkan untuk berbiak, bertahan hidup saja terubuk sudah tak mampu. Disini, ditepian pantai dan sepanjang sungai yang bermuara ke Bengkalis, memang banyak perusahaan atau kilang industri yang mengalirkan limbahnya! Sekarang yang tinggal hanyalah sebuah nama, sebuah kenangan, kota terubuk untuk kota Bengkalis!!!
IKAN TERUBUK
Ikan Terubuk yang dalam bahasa Latin-nya di sebut Tenualosa macrura adalah ikan laut yang penyebarannya sangat terbatas di perairan estuarin di sekitar wilayah pulau Bengkalis (Riau), mempunyai sifat hermafrodit proandri yang mana dalam keseluruhan siklus hidupnya yang dijalani dalam waktu kurang dari dua tahun (18 bulan), maka pada tahun pertama kehidupannya akan dilalui sebagai ikan jantan (disebut ‘pias’), sedangkan pada tahun kedua akan berganti kelamin menjadi ikan betina (disebut ‘terubuk’). Ikan ini berpijah sepanjang tahun di sekitar muara sungai Siak.
Ikan Terubuk adalah ikan pemakan plankton. Populasi ikan terubuk saat ini sangat menurun bahkan sedikit sekali yang dapat ditangkap oleh nelayan. Hal ini sangat dimungkinkan karena telah mengalami tekanan ganda, yaitu akibat penangkapan secara terus menerus terhadap ikan betina dewasa (terubuk) guna diambil telur-nya dan kecenderungan degradasi lingkungan (terutama disebabkan oleh serbuk kayu) pada daerah habitat utama ikan tersebut. Satu hal yang tidak dapat di pungkiri adalah, yang bernilai jual tinggi pada hewan ini adalah bukan pada ikannya itu sendiri, namun lebih pada telur-nya yang terkenal amat lezat. Jelas perburuan terhadap telur ikan ini menambah drastis penurunan populasi ikan tersebut.
Kabupaten Bengkalis yang berada pada pulau Bengkalis dimana habitan terbesar ikan Terubuk di Indonesia berada, di kenal juga dengan julukan Kota Terubuk, karena banyak orang mencari masakan telur ikan tersebut di kota Bengkalis. Untuk masalah kuliner, ikan terubuk ini sangat nikmat dan menggugah selera jika di olah menjadi pindang. menu pindang ikan terubuk dapat melegakan hidung yang sedang flu, hidung sedang mampet akan menjadi plong. (Penjelasan ikan terubuk diambil dari http://www.iftfishing.com/fishing-guide/fishypedia/terubuk)












